NADIKABAR.COM — Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman, Rabu, menuduh kelompok Houthi melakukan eskalasi berbahaya setelah melakukan serangan ke Bandara Aden ketika sebuah pesawat sipil akan mendarat.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa bandar udara di Aden, ibu kota wilayah yang dikuasai pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, menjadi sasaran serangan Houthi.
“Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat mengecam keras serangan yang dilakukan milisi teroris Houthi yang didukung Iran terhadap Bandara Internasional Aden pagi ini,” kata kementerian dalam pernyataan di X.
“Menargetkan pintu gerbang sipil yang melayani warga Yaman dari seluruh provinsi merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional serta norma perlindungan penerbangan sipil, tanpa pembenaran atas alasan apa pun,” lanjut pernyataan tersebut.
Kementerian mengatakan serangan tersebut melibatkan dua rudal balistik dan pesawat nirawak yang membawa bahan peledak.
Sebuah pesawat sipil sedang mendekati bandara untuk mendarat ketika serangan terjadi, sementara pesawat lain, penumpang, dan staf juga berada di bandara, kata kementerian tersebut.
Kementerian tidak menjelaskan apakah serangan tersebut menimbulkan korban atau kerusakan.
Bentrokan antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali terjadi pada pertengahan Juli setelah jeda selama empat tahun.
Sejak saat itu, Houthi disebut berhasil menguasai seluruh pantai barat Laut Merah serta sejumlah kota di dekat Selat Bab al-Mandab.
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan