NADIKABAR.COM — Kepala Dewan Kepemimpinan Kepresidenan (PLC) Yaman Rashad al-Alimi menyatakan pada Minggu (4/10) bahwa militer Yaman mulai melancarkan operasi untuk merebut kembali sejumlah wilayah yang masih berada di bawah kendali kelompok Houthi.
"Berdasarkan tanggung jawab konstitusional kami untuk melindungi kedaulatan republik dan warganya, serta merujuk pada keputusan Dewan Pertahanan Nasional setelah merampungkan segala prosedur yang diperlukan, saya hari ini mengumumkan dimulainya operasi militer untuk merebut kembali sisa wilayah republik ini," ujar al-Alimi dalam pidatonya kepada rakyat Yaman.
Ia menambahkan bahwa seluruh sistem pengamanan kini telah beralih dari tahap persiapan menuju "tahap pembebasan", seusai tidak ada lagi peluang untuk meredakan ketegangan.
Sementara itu, Juru Bicara Houthi Yahya Saree mengklaim bahwa pasukannya telah menggagalkan upaya militer Yaman di wilayah timur Provinsi Al-Jawf.
Ia menuturkan, banyak persenjataan yang dihancurkan atau dilumpuhkan dalam pertempuran itu, puluhan tentara pemerintah tewas maupun luka-luka, serta titik-titik konsentrasi pasukan lawan telah diserang menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone).
Sebelumnya, seorang narasumber militer Yaman mengungkapkan kepada kantor berita Rusia RIA Novosti bahwa kelompok Houthi membuat pergerakan yang signifikan di Provinsi Taiz serta berhasil mengambil alih kendali atas sejumlah area di Distrik Ash-Shammayatein, Jabal Habashi, Al-Mawasit, dan Al-Maafir.
Sementara itu, pasukan pemerintah terpaksa mundur dari sejumlah lokasi setelah terlibat kontak senjata sejak Minggu dini hari, lanjut narasumber tersebut.
Pada Sabtu (3/10), militer Yaman mengumumkan telah melakukan 257 operasi serangan terhadap berbagai posisi, jalur pergerakan, dan fasilitas Houthi di Sanaa serta sejumlah provinsi lainnya.
Serangan masif tersebut melibatkan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan sistem peluncur roket ganda (MLRS).
Pemerintah Yaman mengklaim sekitar 700 pendukung Houthi tewas atau terluka akibat serangan tersebut, sementara 170 unit peralatan dan aset militer lainnya hancur.
Eskalasi militer di Yaman kembali memanas setelah kelompok Houthi menguasai pulau strategis Mayun yang terletak di pintu masuk Selat Bab el-Mandeb pada 10 September lalu, serta Kepulauan Hanish di Laut Merah.
Sebelumnya, kelompok tersebut juga telah merebut Distrik Mokha beserta pelabuhannya dan sejumlah wilayah lain di bagian barat Provinsi Taiz.
Penerjemah: Uyu Septiyati Liman