"Nah, itu enggak ada klakson. Bahkan dari si truknya pun. Mungkin ya kalau si truknya itu klakson, mungkin orang-orang yang di situ akan menghindar. Nah di situ enggak ada, untuk klakson atau apa. Karena memang di situ kondisinya adalah saya dan truk doang sebelahan," ungkapnya.
Dia mengatakan truk menghantam tembok hingga kemudian menubruk kerumunan korban. Truk lalu terguling dan berhenti.
FN melihat beberapa korban dalam kondisi mengenaskan. Dia bersama kekasihnya syok melihat kecelakaan itu. Dia lalu melapor ke polisi untuk meminta pertolongan.
Polisi menyebut para korban saat itu sedang berdiri menunggu angkutan umum di perhentian bus (bus stop). Beredar kabar, di antara korban, ada warga sekitar yang sedang mengantar sanak keluarganya yang juga jadi korban kecelakaan itu.
"Posisi korban berada di rambu transportasi umum depan kampus BSI. Sesuai rambu tersebut, warna biru," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Putu Kholis Aryana.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Joko Sembodo mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi soal rencana pemindahan bus stop itu lantaran dinilai berbahaya. Pemindahan halte bus akan memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan penumpang.
"Halte, saya akan kaji juga, kita akan kaji dengan pihak Dishub. Kayaknya di situ kan juga titik rawan, jadi kita bisa pindahkan atau gimana nanti," ujar Joko.