Dalam aksinya, para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-fasis. Beberapa demonstran menggulingkan sebuah mobil yang ada di sekitar lokasi demo, dengan polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan para demonstran.
Puluhan ribu demonstran turun ke jalanan kota Lisbon pada Sabtu (17/10), untuk memprotes tingginya biaya rumah dan biaya hidup lainnya. Harga rumah di Portugal meningkat dua kali lipat sejak tahun 2017, yang memicu krisis.
Dalam aksinya, para demonstran mengatakan bahwa upah yang rendah tidak mampu mengimbangi biaya rumah dan kenaikan biaya hidup, sehingga banyak orang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari di Portugal.
Aksi protes ini digelar setelah beberapa hari meningkatkan keresahan publik, termasuk pendirian kamp tenda oleh para aktivis di Porto, yang kemudian dibubarkan oleh polisi.
Di Albania, unjuk rasa digelar untuk memprotes dugaan korupsi pemerintah, kurangnya lapangan kerja, dan standar pendidikan yang buruk. Unjuk rasa yang dipimpin mahasiswa ini menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Albania Edi Rama.
Kepolisian sempat dilaporkan melepaskan peluru karet ke arah demonstran yang beraksi.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam "kegagalan dalam antisipasi dan intelijen" oleh pihak berwenang Prancis, demikian disampaikan Istana Elysee pada Senin (19/10), setelah aksi protes nasional soal kenaikan biaya hidup diwarnai kekerasan.
Meski mengakui kegagalan tersebut, Macron menolak pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez. Macron dan pemerintahannya menghadapi tekanan dari politisi oposisi yang menyerukan pemecatan Nunez setelah demonstrasi massal pada Sabtu (17/10), yang memprotes kenaikan biaya hidup dan harga bahan bakar, berubah menjadi kerusuhan.
Hampir 2.400 orang ditangkap, sementara hampir 1.000 polisi dan gendarme (polisi bersenjata Prancis) terluka, kata Kementerian Dalam Negeri pada Minggu (18/10).
Nunez pada Senin (19/10) mengakui bahwa polisi di seluruh negeri telah "kehilangan kendali" atas situasi sepanjang akhir pekan.
Ketika puluhan ribu orang turun ke jalan di seluruh negeri memprotes kenaikan biaya hidup dan ketimpangan sosial, kerumunan pemuda yang sebagian besar merupakan laki-laki bentrok dengan polisi, menjarah toko, dan membakar properti publik maupun swasta, termasuk balai kota bersejarah Limoges.
Nunez sepakat dengan Macron soal apa yang ia sebut sebagai "kurangnya antisipasi" dari pihak berwenang, dan mengatakan ia mengajukan pengunduran diri "karena saya merasa bertanggung jawab atas semua yang terjadi."