NADIKABAR.COM β Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali menekankan pentingnya evaluasi perencanaan, kesiapan infrastruktur hingga distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Dewata menyikapi terbatasnya pasokan beberapa hari terakhir.
βBukan hanya kecepatan pengiriman BBM, melainkan juga perencanaan stok, kecukupan pasokan, kesiapan infrastruktur distribusi, transparansi informasi, dan efektivitas pengawasan dari hulu hingga SPBU,β kata Direktur YLPK Bali I Putu Armaya di Denpasar, Selasa.
Pihaknya meminta transparansi agar masyarakat tidak terjebak dalam ketidakpastian dan tidak melakukan pembelian berlebihan akibat kekhawatiran kelangkaan BBM.
YLPK Bali menegaskan konsumen bukan pihak yang seharusnya menanggung seluruh dampak kelemahan perencanaan atau gangguan distribusi.
Pasalnya, lanjut dia, antrean panjang dapat menimbulkan kerugian waktu, biaya operasional, terganggunya mobilitas pekerja, serta hambatan bagi pelaku usaha dan sektor pariwisata Bali.