NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi dan Menlu Iran Abbas Araghchi membahas upaya mencapai "kesepakatan gencatan senjata berkelanjutan" antara Amerika Serikat dan Iran melalui pembicaraan telepon, Selasa malam.
Kementerian Luar Negeri Yordania mengatakan pembicaraan tersebut berfokus pada upaya menghentikan eskalasi dan mencapai penyelesaian menyeluruh atas krisis antara Iran dan AS.
Safadi menerima panggilan dari Araghchi untuk membahas langkah-langkah menuju kesepakatan gencatan senjata yang berkelanjutan, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Yordania, Rabu.
Safadi menekankan "pentingnya menyatukan upaya untuk memulihkan ketenangan serta mencapai keamanan dan stabilitas jangka panjang berdasarkan prinsip yang menjamin keamanan dan stabilitas seluruh negara di kawasan."
Ia juga menekankan perlunya "menghormati hukum internasional dan prinsip hidup bertetangga yang baik, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, serta menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz."
Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah upaya meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran serta perselisihan yang masih berlangsung mengenai persyaratan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan serangan terhadap Israel dan fasilitas militer AS di sejumlah negara Arab.
Pada 18 Juni, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman dan memulai perundingan. Namun, proses tersebut kemudian terhenti akibat sejumlah perselisihan, termasuk mengenai navigasi melalui Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi pengiriman energi dan berbagai barang di tingkat global.
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan