NADIKABAR.COM — Amman/Istanbul (NadiKabar) - Pemerintah Yordania mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari mulai Jumat (23/10) untuk para korban serangan teroris di sebuah gereja Ortodoks Yunani di Desa Hamoud, wilayah selatan kegubernuran Karak.

Perdana Menteri Yordania Jafar Hassan mengeluarkan instruksi penetapan masa berkabung nasional itu mulai 23 Oktober 2026, serta memerintahkan agar bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh kementerian, instansi pemerintah, dan lembaga publik.

Pemerintah Yordania menyatakan keputusan tersebut mencerminkan duka cita seluruh rakyat Yordania dan solidaritas mereka dalam tragedi yang menyedihkan ini.

Hassan juga menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan agar para korban luka segera sembuh.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah sekaligus Menteri Komunikasi Yordania, Mohammad Momani, mengatakan serangan tersebut berkaitan dengan "ideologi takfiri ekstremis", yang mencap orang lain tidak percaya Allah.

Momani mengatakan penyidik masih mencari tahu apakah para pelaku memiliki keterkaitan dengan suatu organisasi. Hasil penyelidikan itu akan diumumkan setelah selesai.

Momani menegaskan umat Kristen merupakan bagian yang tak terpisahkan dari jati diri nasional Yordania, dengan akar yang dalam dalam sejarah dan identitas negara tersebut.

Pihak berwenang Yordania terus memburu para penyerang dan siapa pun yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut, tambahnya.

Raja Yordania Abdullah II mengunjungi para korban luka di Rumah Sakit Pemerintah Karak, Jumat malam. Raja Abdullah berjanji akan menjatuhkan hukuman terberat atas serangan tersebut.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan