Fenomena You Can See Everything bahkan berlanjut di tingkat pembahasan pengamat film. Film ini kini diyakini berpotensi menjadi film dokumenter pertama yang meraih nominasi Best Picture di ajang Oscar.
You Can See Everything mengikuti kisah Elizabeth Holmes, pendiri perusahaan teknologi kesehatan Theranos yang kini telah tutup, bersama pasangannya, Billy Evans.
Keduanya mengundang tim produksi film untuk mendokumentasikan kehidupan mereka, dimulai dari beberapa minggu sebelum Holmes mulai menjalani hukuman penjara federal di Amerika Serikat akibat kasus penipuan terhadap para investor.
Sementara itu, film Clayface turun satu peringkat ke posisi dua di pekan kedua penayangannya.
Kali ini, film itu memperoleh US$10,4 juta dan menggenapi perolehan pendapatan domestiknya menjadi US$44 juta. Angka domestik teranyar tersebut turun 56,7 persen dari pekan pembukaannya minggu lalu.
Di pasar internasional, Clayface memperoleh US$38,9 juta dan menggenapi perolehan globalnya menjadi US$82,9 juta. Variety menyebut, dengan bujet film ini 'hanya' US$44 juta, perolehan global Clayface jadi capaian yang cukup menguntungkan bagi DC.