NADIKABAR.COM — Country Director YouTube Indonesia Veronica Utami menyatakan platformnya tetap percaya diri dengan pengembangan bentuk konten multiformat baik horizontal maupun vertikal ketika pesaingnya berfokus hanya pada tren konten vertikal.

Menurutnya konten multiformat justru menjadi keunggulan YouTube dari pesaingnya seperti Instagram dan TikTok karena memberikan lebih banyak opsi bagi kreator untuk menghasilkan bentuk-bentuk kreasi konten.

"Saya rasa pede dong, harus pede. Karena justru format mix ini yang menjadi pembeda YouTube dari platform yang lain," tegas Veronica dalam Press Briefing YouTube Festival 2026 di Jakarta, Rabu.

Kehadiran format campuran (mix format) di YouTube bahkan memungkinkan kreator memadukan video pendek (Shorts) dalam bentuk vertikal dan video berdurasi panjang (long-form) dalam bentuk video horizontal.

Menurut Veronica, keberadaan video berdurasi panjang tetap memegang peranan krusial yang tidak bisa digantikan oleh video pendek vertikal semata.

Format long-form memberikan ruang penceritaan (storytelling) yang lebih mendalam, sehingga mampu membangun atensi serta tingkat kepercayaan (trust) yang tinggi dari penonton.

Sifat inilah yang menurut laporan Google bersama Kantar di 2026 membuat 95 persen penonton Indonesia menempatkan YouTube sebagai platform yang paling dipercaya dibandingkan platform media sosial lainnya.

Dominasi YouTube untuk konten berdurasi panjang ini juga semakin diperkuat dengan tren pergeseran kebiasaan menonton masyarakat ke ruang keluarga.

Dalam data terbaru YouTube tercatat akses YouTube melalui perangkat Smart TV (Connected TV) pada 2026 mengalami peningkatan sebesar 30 persen dari tahun ke tahun.

Tren mengakses YouTube dari layar besar ini menjadikan YouTube bukan sekadar platform media sosial, tetapi mulai menggeser peran siaran TV tradisional sebagai layar utama (main screen) yang diakses di rumah tangga.

Strategi multiformat sebagai keunggulan YouTube juga dirasakan langsung dampaknya oleh kreator konten Klara Tania.

Kreator dengan 25,4 juta pengikut tersebut menjelaskan bahwa format vertikal seperti YouTube Shorts menjadi pintu masuk yang sangat efektif untuk menjangkau jutaan penonton baru secara cepat.

Setelah tertarik, audiens tersebut diarahkan untuk menonton konten long-form guna membangun keterikatan emosional dan komunitas yang loyal.

"Jadi aku pernah live stream ya awalnya yang nonton gak terlalu banyak. Tapi karena aku juga arahin juga dari Shorts, 'nih yang mau nonton kemarin aku live stream, nonton dari sini' eh ternyata jadi lumayan nambah gitu," kata Klara yang dikenal sebagai kreator pengulas mainan kekinian itu.

Kombinasi ini sukses mendongkrak monetisasi Klara, lebih dari 50 persen pendapatannya kini datang dari fitur transaksi YouTube Shopping.