" Kami hanya menyiapkan fasilitas dan akses setelah itu mereka melaksanakannya dan kami hanya melakukan pemantauan dan pendampingan. Kami siapkan tempat di kota yang bisa menampung dan sekaligus mendistribusikan hasil pertanian dan perikanan," ujarnya.

Ia mengatakan saat ini YPMAK sendiri sudah membina 20 pengusaha baru dari Suku Amungme dan Suku Kamoro yang bergerak dalam usaha mikro kecil dan menengah.

"Dari 20 yang kami bina lima orang sudah berhasil. Yang belum berhasil kami terus melakukan pendampingan. Kami juga telah luncurkan usaha binatu (laundry) yang dijalankan oleh pemuda lokal Papua," ujarnya.