NADIKABAR.COM — Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, memantau perkembangan akademik 23 mahasiswa penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya.

Deputi Pengurus Bidang Monitoring dan Evaluasi YPMAK Fransiskus Xaverius Wanmang di Timika, Selasa, mengatakan pemantauan yang berlangsung pada Jumat (16/10) itu dilakukan untuk memastikan mahasiswa menjalani pendidikan dengan baik serta memperoleh pendampingan dari yayasan mitra pengelola beasiswa.

"Kami memastikan penerima beasiswa ini sekolah dengan baik, menjalani seluruh tahapan pendidikan serta mendapat perhatian dan pendampingan yang baik dari mitra-mitra pengelola," katanya.

Sebanyak 23 mahasiswa tersebut terdiri atas tiga penerima beasiswa yang dikelola Yayasan Generasi Amungme Bangkit (GAB) dan 20 mahasiswa yang dikelola Yayasan Pendidikan Lokon (YPL).

Fransiskus menjelaskan pemantauan dilakukan terhadap perkembangan akademik mingguan dan semesteran, indeks prestasi (IP), serta rencana dan durasi penyelesaian studi mahasiswa.

Selain capaian akademik, tim juga mengevaluasi pelayanan, fasilitas, dan pendampingan yang diberikan kedua yayasan mitra kepada penerima beasiswa.

Menurut dia, pemantauan langsung merupakan bagian dari pengawasan YPMAK untuk memastikan program beasiswa berjalan sesuai tujuan dan kebutuhan mahasiswa selama menempuh pendidikan di perantauan.

Mahasiswa yang dikelola Yayasan GAB menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Persada Indonesia YAI.

Sementara itu, mahasiswa yang dikelola YPL menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Universitas Trisakti.

Tim monitoring dan evaluasi YPMAK dipimpin Fransiskus Xaverius Wanmang bersama Darmawan Mada, Sisko Situmorang, Johanis Isack Baransano, dan Bernadus Sirwutubun.

Dalam kunjungan tersebut, tim juga berinteraksi langsung dengan mahasiswa untuk mengetahui perkembangan pendidikan dan kondisi mereka selama menjalani perkuliahan.

Fransiskus mengingatkan para penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya dan berupaya menyelesaikan studi tepat waktu.

"Kami minta mereka semangat dan terus belajar serta giat agar bisa menyelesaikan studi tepat waktu," ujarnya.

YPMAK berharap pengawasan terhadap program beasiswa dapat membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi dan selanjutnya berkontribusi bagi pembangunan daerah asal mereka.