NADIKABAR.COM — Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, meresmikan tiga unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berbentuk binatu binaan di Kota Timika, Kabupaten Mimika,Papua Tengah.
Tiga usaha yang bergerak dalam bidang pencucian pakaian itu antara lain dua binatu konvensional dan satu binatu dengan sistem koin. Ketiganya berlokasi di Timika masing-masing berlokasi di SP 3, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Budi Utomo.
Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka di Timika Rabu, mengatakan usaha binatu merupakan kelanjutan program kerja sama dengan PT (Persero) Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk Cabang Jayapura dan CV Amungsa Berjaya Gemilang.
"Sebelumnya kami ada 20 kios yang dibangun. Nah ini kelanjutannya. Ada tiga binatu yang diresmikan hari ini dimana salah satunya adalah dengan sistem koin," ujarnya.
Usaha koin binatu bernama Ki Sapua Wambugi (KSW) itu disebutnya milik Yerry Miagoni. KSW koin laundry juga dipastikan adalah yang pertama hadir di Timika.
"Yerry Miagoni ini sebelumnya menempuh pendidikan di Jakarta dan dia kembali ke Timika sini dan punya cita-cita untuk mengelola usaha ini," jelasnya.
YPMAK juga membantu menyediakan kendaraan berupa motor. Motor tersebut digunakan untuk menjemput pakaian yang hendak dibersihkan.
"Motor ini upaya agar usaha ini lebih aktif jemput bola. Kalau cuma mau tunggu konsumen bawa sendiri barangnya itu nanti peluangnya malah bisa hilang,"ujarnya.
Ia berharap ke depannya usaha binatu dapat berkembang sehingga dapat membuka cabang baru di tempat lain. Adapun dua usaha binatu lainnya dikelola oleh orang asli Papua (OAP) dari Amungme dan Kamoro.
Leonardus berpesan agar pelayanan dilakukan dengan ramah senyum termasuk memberikan salam.
"Kami mengundang warga Mimika untuk datang apalagi ini dikelola keluarga besar kita dari orang Papua. Kami percaya dukungan warga akan membangun ekonomi daerah ini," ucapnya.
Kepala BTN Cabang Jayapura Darmawan mengatakan program tersebut bertujuan untuk inklusi keuangan sekaligus bentuk kehadiran YPMAK kepada masyarakat dalam bentuk wirausaha.
"Yang kita harapkan bahwa uang tidak semata habis untuk konsumtif melainkan kepada program produktif dan berkelanjutan sehingga bermanfaat," kata Darmawan.
Pemilik usaha KSW laundry koin Yerry Miagoni menyatakan pihaknya mematok tarif Rp25 ribu per koin. Dimana untuk mencuci dan mengeringkan pakaian dibutuhkan dua koin atau Rp50 ribu.
Jangka waktu mencuci dan mengeringkan pakaian dijelaskan membutuhkan 86 menit.
"Kapasitas mesin dan pengering masing-masing tujuh kilogram. Mencuci butuh sekitar 36 menit dan mengeringkan butuh 50 menit," kata Yerry