NADIKABAR.COM — Yunani meresmikan superkomputer nasionalnya, Daedalus, pada Senin (19/10) di Taman Teknologi dan Budaya Lavrio di tenggara Athena, dengan tujuan untuk memperkuat kemampuan kecerdasan buatan (AI) dan mengurangi ketergantungan pada infrastruktur komputasi asing, kata kantor perdana menteri.
Dinamai sesuai nama Daedalus, seorang perajin terampil dan penemu dalam mitologi Yunani, sistem tersebut mencapai kinerja terukur sebesar 85,69 petaflop, menempati peringkat ke-31 dalam daftar TOP500 Juni 2026 untuk superkomputer terkuat di dunia dan peringkat ke-23 dalam daftar Green500 untuk sistem yang paling hemat energi.
Daedalus diperkirakan akan mulai menyediakan layanan pada Desember setelah melalui tahap pengujian dan penyesuaian teknis, menurut Kementerian Tata Kelola Digital dan Kecerdasan Buatan Yunani. Superkomputer itu akan mendukung penelitian ilmiah, pemrosesan data berskala besar, dan pengembangan AI. Superkomputer tersebut juga akan berfungsi sebagai tulang punggung komputasi bagi pabrik AI Yunani, Pharos, yang merupakan bagian dari jaringan pabrik AI Eropa yang sedang dikembangkan, menurut pemerintah. Saat meresmikan sistem itu, PM Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan bahwa Yunani tidak bermaksud bersaing dengan perusahaan teknologi internasional besar dalam mengembangkan model AI paling canggih di dunia, melainkan berfokus pada penerapan praktis yang memberikan manfaat ekonomi nyata. Menteri Tata Kelola Digital dan Kecerdasan Buatan Yunani Dimitris Papastergiou menyoroti peluang kerja sama dengan Siprus, Malta, Serbia, dan Makedonia Utara. Dia mengatakan bahwa sistem tersebut akan memberikan Yunani kendali yang lebih besar atas data dan sumber daya komputasinya, demikian Xinhua.