NADIKABAR.COM — Yunita Rahayu (43) masih mencari kakaknya, Triyono, yang menjadi salah satu penumpang KM Virgo Transport 8. Triyono diketahui bekerja sebagai sopir ekspedisi yang mengangkut paket.
Yunita ditemui NadiKabar di Posko Terpadu Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (14/9). Ia datang untuk mencari kabar mengenai keberadaan kakak kandungnya.
Yunita mengatakan komunikasi terakhir dengan Triyono terjadi pada Sabtu (12/9). Saat itu, kakaknya sudah berada di dalam kapal. Setelah itu, Triyono tidak lagi dapat dihubungi.
"Terakhir kontak hari Sabtu. Sudah ada di kapal," kata Yunita.
Ia mengetahui kabar KM Virgo Transport 8 mengalami musibah dari keluarga yang berada di Kalimantan. Informasi tersebut disampaikan setelah keluarga mendapat kabar dari teman atau rekan Triyono.
"Dari keluarga yang ada di Kalimantan," ujarnya.
Yunita kemudian mendatangi PT Virgo untuk mencari informasi mengenai kondisi kakaknya. Ia sempat berkomunikasi dengan staf perusahaan dan mendapat informasi mengenai sejumlah penumpang yang telah dievakuasi.
"Barusan saya dari PT Virgo-nya langsung. Terus sudah komunikasi sama staf Virgo-nya," tutur Yunita.
Menurut informasi yang diterimanya, ada sekitar 60 orang yang berada dalam kelompok penumpang yang masih dicari. Sebagian di antaranya disebut telah dievakuasi menggunakan kapal nelayan. Ada pula yang dibawa ke Hotel Karisma Banjarmasin.
"Untuk jumlahnya tadi kurang lebih 60 orang. Itu sudah ada yang dievakuasi sekitar 15 orangnya, atau lima orangnya, itu sudah dibawa sama kapal nelayan. Terus untuk sisanya itu ada yang sudah dibawa di Hotel Karisma Banjarmasin," jelasnya.
Namun, Yunita mengaku belum mengetahui secara pasti nama-nama penumpang yang telah dievakuasi tersebut. Ia juga belum mendapat kepastian apakah kakaknya termasuk dalam penumpang yang telah ditemukan.
"Untuk pastinya, nama-namanya itu masih belum diketahui," katanya.
Triyono diketahui bekerja sebagai sopir ekspedisi yang membawa paket antarpulau. Ia disebut sudah sering melakukan perjalanan ke Banjarmasin untuk mengantarkan barang.
"Betul, sopir ekspedisi. Paket," kata Yunita.
Meski sering melakukan perjalanan ke Banjarmasin, Triyono baru kali ini menggunakan KM Virgo Transport 8. Sebelumnya, ia tidak biasa menggunakan kapal tersebut.
"Baru ini, baru kali ini. Biasanya enggak," ujarnya.
Yunita mengatakan tidak ada cerita atau tanda-tanda khusus dari Triyono saat berada di kapal pada Sabtu. Menurutnya, sang kakak tidak pernah menyampaikan adanya masalah sebelum kapal hilang kontak.
"Itu sama sekali enggak ada apa-apa, Mbak. Enggak ada tanda-tanda apa pun," tuturnya.
Yunita juga mengaku melihat informasi di media sosial mengenai kondisi penumpang KM Virgo Transport 8. Ia menyebut dari informasi yang dilihatnya, tidak ada tanda-tanda darurat yang diberikan kepada penumpang.
"Dan juga lihat di media sosial itu, dari kapal penumpangnya itu bahkan tidak dikasih tanda-tanda darurat. Itu juga enggak ada," ujarnya.
Hingga Senin (14/9), Yunita masih belum dapat menghubungi Triyono. Rekan Triyono yang juga berada dalam perjalanan tersebut juga belum diketahui keberadaannya.
"Belum bisa dikontak sama sekali," katanya.
Yunita berharap kakaknya segera ditemukan dalam kondisi selamat dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga.
"Harapannya untuk bisa kembali dengan selamat, utuh, sempurna. Itu aja sih, Mbak," harapnya.
Diketahui, Kapal Virgo Transport 8 tenggelam dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/8). Kapal tersebut mengangkut 243 orang.
Dari data sementara, 114 korban telah dievakuasi. Sebanyak 108 orang korban selamat dan enam korban meninggal dunia. Masih ada 129 orang lainnya yang belum ditemukan.