Dia mengungkapkan persoalan kepastian hukum, birokrasi yang berbelit-belit, serta regulasi yang tumpang tindih masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi dalam proses tersebut.
"Pembenahan sistem hukum dan tata kelola pemerintahan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan investor, mendorong pemerataan pembangunan, serta mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujar Yusril.
Di sisi lain, ia turut menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia yang perlu dikelola secara optimal melalui penguatan hilirisasi dan pengembangan teknologi.
Dia berpendapat kekayaan alam nasional harus mampu memberikan nilai tambah dan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.
Menutup ceramah kebangsaannya, Yusril mengajak kalangan akademisi dan generasi muda untuk terus mengembangkan pemikiran kritis serta berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan bangsa, khususnya dalam penguatan sistem hukum nasional.
"Saya selalu optimistis bahwa ke depan, Insyaallah kita akan lebih baik. Kita harus menyerahkan estafet memajukan bangsa dan negara ini kepada generasi yang akan datang," tuturnya.