"Ternyata pas malam di sana itu tahu nggak, 8 sampai 9 derajat. Sedangkan semua relawan datang ya bayangannya kan panas, jadi cuma pakai baju kaus atau rompi, pas sampai sana mereka kedinginan banget," terangnya.

Beban para pengungsi semakin bertambah dengan suasana yang masih belum stabil. Warga terpaksa beristirahat dalam keadaan trauma karena guncangan gempa susulan masih sering terjadi dengan intensitas yang sangat tinggi.

"Bayangin gak, tidur di tenda suhunya 8 sampai 9 derajat, gempanya per 30 menit sekali. Itu berat banget yang dilewatin di sana," pungkasnya.