Kondisi udara yang buruk juga menjadi salah satu pertimbangan Haykal untuk tidak menyusul sang kakak ke Kalimantan Tengah. Ia mengaku memiliki riwayat asma yang cukup parah saat masih kecil sehingga khawatir kondisinya kambuh jika terpapar kabut asap.

"Ya, dia bilang sesak. Saya sendiri punya asma, jadi itu salah satu pertimbangan untuk nggak berangkat. Saya khawatir karena punya riwayat asma yang cukup parah waktu kecil. Jadi, saya memutuskan untuk nggak ke sana," ungkapnya.

Tak hanya mengkhawatirkan kondisi sang kakak, Haykal juga menyoroti penanganan karhutla yang dinilainya perlu dilakukan secara lebih tegas. Ia menyayangkan jika respons dari pemangku kepentingan hanya sebatas imbauan agar masyarakat tidak membakar hutan.

Menurut Haykal, pemerintah memiliki berbagai instrumen, termasuk aparat penegak hukum, untuk menindak pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan.