NADIKABAR.COM — Penerapan kebijakan Zero Over Dimension Overloading (ODOL) pada 2027 membutuhkan kesiapan infrastruktur pendukung, salah satunya terminal barang.

Pakar Transportasi Institut Transportasi & Logistik Trisakti, Suripno, mengatakan terminal barang dapat menjadi simpul distribusi sekaligus titik perpindahan angkutan logistik antarmoda.

"Terminal barang itu sangat penting sebagai simpul pertemuan, sekaligus memperluas alternatif angkutan logistik seperti kereta api, kapal, dan pesawat kargo," ujar Suripno dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Menurut Suripno, pembangunan terminal barang perlu didahului perencanaan jaringan lalu lintas angkutan jalan yang terintegrasi. Pemerintah perlu menyusun rencana induk jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), termasuk pembagian jaringan berdasarkan kelas jalan.

"Jaringan lintas itu adalah suatu koridor yang kelasnya sama. Hal itu untuk mencegah supaya tidak terjadi perpindahan di sepanjang koridor jalan tersebut," katanya.