Watt (listrik): dari konsumsi daya yang stabil menjadi dukungan bagi jaringan listrik.
Dari sisi pembangkit listrik-jaringan listrik-penyimpanan energi, Huawei meningkatkan kemampuan fasilitas AIDC untuk beradaptasi dengan jaringan listrik yang lemah dan fluktuasi beban yang besar melalui sinergi grid-forming control dan penyimpanan energi. Seri inverter grid-forming FusionSolar 1000 V sebagai inovasi pertama di industri, dan platform ESS Smart String Grid Forming 1000 V LUTERRA sebagai inovasi pertama di dunia, masing-masing diluncurkan Huawei, secara signifikan meningkatkan kemampuan energi terbarukan dalam membentuk jaringan listrik. Dari sisi beban, Huawei membangun integrated grid-forming energy router berbasis teknologi solid-state transformer (SST). Selain itu, Huawei menjadi vendor pertama di industri yang berhasil melewati uji peredaman osilasi pita lebar oleh Shanghai Electrical Apparatus Research Institute sehingga mendorong evolusi UPS pada era AIDC dari sekadar "pasokan daya yang andal" menjadi solusi yang "ramah jaringan".
Heat (termal): dari "keandalan setiap komponen" menjadi "keandalan seluruh sistem".
Kunci pendinginan cair untuk AIDC bukan sekadar kemampuan mendinginkan, melainkan pengendalian; bukan hanya keandalan setiap komponen, namun juga keandalan seluruh sistem, mulai dari cip hingga sumber pendinginan. Thermal Management Unit (TMU) Huawei dan sistem pendinginan cair berkapasitas MW yang didukung AI menjadi model bagi penerapan sistem pendinginan dengan tingkat keandalan tinggi di industri AIDC.
Bit (digital): dari "pengoperasian dan pemeliharaan pasif" menjadi "pengenalan proaktif".
Huawei memanfaatkan kemampuan AI untuk menata ulang pengoperasian sehingga AIDC dapat melakukan pengenalan, optimalisasi, dan perlindungan secara proaktif.