"Kita lihat irigasinya, irigasinya tidak diperbaiki, tapi yang dibangun jalan menuju irigasi," jelas Zulhas.

Zulhas mengatakan dahulu ada aturan setiap 1.000 ha sawah, irigasi harus dibangun bupati. Kemudian 3.000 ha sawah, irigasi harus dibangun gubernur.

"Kita revisi, kita rapat 2-3 kali, lahir perpres mengenai irigasi boleh dikerjakan (pemerintah) pusat. Kita bangun irigasi besar-besaran pada tahun 2025," lanjutnya.

Kemudian, yang ketiga adalah keberpihakan harga pangan. Zulhas mengatakan selama 30 tahun sebenarnya pemerintah sudah berpihak tetapi belum terasa. Oleh karena itu, Zulhas perbaiki harga komoditas pangan khususnya kepada para petani.

"Kita perbaiki, kita lapor presiden, pak kita minta harga gabah dinaikan Rp 6.500. Kadar airnya 14%-18% kita hapus, any quality, pokoknya petani panen, dibeli Rp 6.500 itu meningkatkan produksi 1-2%. Hingga tahun 2025, kita surplus 4,2 juta (ton). Kita tidak impor lagi beras dan jagung," ucap Zulhas.