NADIKABAR.COM — Koperasi desa belakangan menjadi sorotan sebagai infrastruktur baru penggerak ekonomi hingga ke pelosok desa. Fenomena ini turut menjadi perhatian Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).
Melalui program #ZulhasBikinJelas bersama NadiKabar, Zulhas menyoroti peran koperasi desa dalam mempermudah distribusi pangan nasional. Ia menyebut kehadiran koperasi desa menjadi infrastruktur yang sebelumnya tidak dimiliki pemerintah. Menurutnya, hal ini mempermudah penyaluran berbagai program, mulai dari beras hingga pupuk.
"Sekarang kalau koperasi berhasil, pemerintah punya infrastruktur, tiap desa ada koperasi. Jadi kalau kita mau kirim beras, sudah ada tempatnya," ujar Zulhas dalam program #ZulhasBikinJelas bersama NadiKabar.
Selain menyediakan penyaluran beras dan pupuk, Zulhas menyebut Koperasi Desa juga akan menjadi jalur penyaluran pembiayaan bagi warga desa.
"Bahkan penyaluran pembiayaan seperti KUR bisa difokuskan melalui Koperasi Desa. Ke depan, kita berencana membuatkan rekening BRI untuk setiap warga berusia 17 tahun ke atas di desa dengan permodalan awal Rp50.000," tuturnya.
Meski begitu, Zulhas menegaskan keberadaan infrastruktur koperasi saja belum cukup tanpa diimbangi dengan penguatan alur distribusi serta tata niaga yang jelas.
"Namun, perlu kita pahami bersama bahwa semua ini memerlukan proses, prosedur, dan perjuangan. Tidak bisa begitu koperasi didirikan, besoknya semua masalah langsung selesai seketika," katanya.
Oleh karena itu, Zulhas menyebut keberhasilan koperasi desa juga tak lepas dari peran Kementerian Perdagangan dalam menata alur distribusi dan tata niaganya. Membahas lebih jauh soal itu, pada segmen berikutnya di program #ZulhasBikinJelas kemudian mengajak Menteri Perdagangan Budi Santoso untuk menjelaskan peran kementeriannya.