NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan respons soal insiden keamanan pangan dalam program makan bergizi gratis (MBG) di Sidoarjo yang menyebabkan lebih dari 500 santri dan penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan. Zulhas meminta agar diberikan tindakan tegas, berupa pemecatan bagi petugas yang tidak bertanggung jawab.

Zulhas mengatakan seharusnya paket makanan dikonsumsi sebelum pukul 10.00. Namun, justru paket MBG tiba baru pukul 11.00.

"Tidak boleh ada toleransi ya, kepada petugas yang tidak bertanggung jawab. Itu kan makan dimasak jam setengah enam, jam enam, harusnya dimakan jam sepuluh, jam sebelas. Dikirimnya jam sebelas," ujar Zulhas saat ditemui di JCC, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Saat disinggung mengenai bentuk sanksi yang akan diberikan, Zulhas menyatakan tindakan pemecatan hingga proses hukum menanti pihak-pihak yang terbukti sengaja melakukan pelanggaran.

"Tegas, ya dipecat. Kalau yang sengaja, ya ditindak," tambah ia.

Zulhas sebelumnya telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, menyusul dugaan insiden keamanan pangan yang menyebabkan lebih dari 500 santri dan penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan.

Zulhas menegaskan tidak ada toleransi untuk keselamatan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap dugaan kelalaian harus diperiksa secara menyeluruh dan, apabila terbukti terjadi pelanggaran, harus diikuti tindakan tegas.