NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan pemerintah memperkuat kesiapan pasokan pangan menghadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 melalui persiapan logistik, distribusi, serta cadangan sejak dini.
Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan, di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin, Zulhas mengatakan langkah antisipasi dilakukan lebih awal karena periode akhir tahun akan berdekatan dengan bulan puasa Ramadhan pada Februari 2027.
"Kita akan menghadapi Desember nanti Natal, Tahun Baru, dan nggak lama berhimpitan nanti bulan puasa pada bulan Februari (2027). Jadi jauh hari kita bersiap-siap agar punya cukup waktu untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi," kata Zulhas.
Menurutnya, pemerintah fokus memastikan persediaan logistik pangan tersedia dengan baik serta memperkuat distribusi, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama periode permintaan meningkat.
"Kita menyiapkan persediaan logistik, distribusi sebaik-baiknya," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, melalui rapat koordinasi pangan itu, pemerintah juga mencermati keluhan masyarakat terkait perkembangan harga sejumlah komoditas, termasuk kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah.
Selain itu, pemerintah mempercepat pelaksanaan bantuan pangan beras untuk masyarakat penerima sebagai respons terhadap kondisi harga pangan dan menjaga kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bantuan pangan beras tersebut diberikan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk kelompok desil satu hingga desil empat di seluruh wilayah Indonesia. Distribusi bantuan itu dilakukan melalui Perum Bulog.
Setiap keluarga penerima memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026 sehingga total mencapai 30 kilogram.
Total alokasi bantuan pangan yang disiapkan pemerintah mencapai sekitar 1 juta ton beras melalui koordinasi bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Perum Bulog.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga mempercepat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga beras di pasar masyarakat.
Program SPHP beras tersebut disalurkan dengan harga dari Bulog sebesar Rp12.500 per kilogram.
Zulhas menegaskan berbagai langkah penguatan pasokan pangan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, memperlancar distribusi, dan memberikan kepastian kepada masyarakat menghadapi akhir tahun hingga periode berikutnya.
Rakortas itu dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, dan pejabat terkait lainnya.