"Artinya, kalau modalnya 100, petani bisa mendapat mendapat hampir 31%, ya kasarnya begitu walaupun nggak tepat begitu. Ini artinya petani Indonesia, padi dan jagung, makmur. Sudah makmur, kategori makmur. Modal 100 bisa 31 plusnya. Ini berhasil kita," beber Zulhas.

Di sisi lain, Zulhas mengakui situasi tersebut belum terjadi di nelayan. Saat ini nilai tukar nelayan (NTN) di level 103, masih dalam kategori miskin.