Tidak hanya itu, Zulhas mengatakan Indonesia juga memiliki peluang karbon biru. Menurutnya, jika rehabilitasi ekosistem pesisir dimaksimalkan, hal tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomi hingga US$909 juta atau sekitar Rp14 triliun per tahun dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.
"Peluang lain terbuka pada karbon biru. Rehabilitasi ekosistem pesisir berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hingga US$909 juta atau sekitar Rp14 triliun per tahun dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang, dengan dukungan cadangan karbon pesisir dari mangrove dan seagrass dapat mencapai 3,4 miliar ton," ungkap Zulhas.
Dia mengatakan pertanian dan karbon biru juga diproyeksikan menjadi gelombang berikutnya dalam pembiayaan karbon, sehingga manfaatnya dapat menjangkau petani, nelayan, dan masyarakat pesisir.