NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Optimisme tersebut didukung pertumbuhan ekonomi yang positif, peningkatan ekspor, serta surplus neraca perdagangan.
Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45%. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$ 7,25 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026. Nilai ekspor mencapai US$ 193,64 miliar, tumbuh 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Penguatan ekspor penting untuk mendorong pertumbuhan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Di sektor pangan, kita perlu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah agar peluang perdagangan ikut dirasakan petani, nelayan, serta pelaku usaha lokal," ujar Zulkifli dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Hal itu disampaikan Zulkifli saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Rabu (14/10).