"Kalau ditambah kolam beda pasti. Sementara di sini ada 530 akomodasi, bayangkan berapa kebutuhannya," jelas Kusnawan.

Krisis air tersebut juga mulai berdampak pada kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan. Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Sahlan M Saleh, mengatakan banyak wisatawan membatalkan kunjungan akibat kondisi tersebut.

"Saya pikir cukup sederhana penyelesaiannya. Tapi karena ini ada yang belum sampai suaranya, krisis air terus berlanjut sampai hari ini," tegasnya.

Sahlan menyebut jumlah wisatawan yang membatalkan kunjungan mencapai ratusan orang.

"Ada ratusan ya. Informasi yang saya dapatkan," tegasnya.

Dia pun mendesak seluruh pemangku kebijakan segera menyelesaikan persoalan air bersih di Gili Trawangan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan pemerintah masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait suplai air bersih di Gili Trawangan. Meski begitu, dia memastikan pasokan air akan kembali mengalir dalam waktu dekat.

"Saya dapat info satu hingga dua hari ini air akan kembali mengalir, Pak Gubernur sedang melobi ke pemerintah pusat," ujar Aulia.