"Anda setidaknya harus menargetkan 0,8-1 gram protein per kilogram berat badan," katanya.

Perhatikan kualitas lemak yang dikonsumsi. Lemak tidak sehat dari minyak olahan dan makanan ultra-proses dapat berdampak buruk bagi tubuh.

"Anda dapat mengonsumsi lemak sehat yang berasal dari telur utuh, kelapa, alpukat, zaitun, ghee, kacang-kacangan dan biji-bijian, ikan berlemak seperti makarel dan salmon," ungkapnya.

Seseorang terkadang justru menginginkan makanan yang memicu alergi atau sensitivitas pada tubuh. Menghindari konsumsi makanan tersebut memang tidak mudah. Namun, setelah dua hingga tiga hari menghindarinya, keinginan untuk mengonsumsi makanan tersebut dapat berkurang, energi meningkat, gejala mereda, dan lemak di perut mulai berkurang.

Aktivitas fisik dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Ini menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan sindrom metabolik.

Shreya menyarankan olahraga secara rutin, termasuk berjalan kaki atau sekadar berjalan-jalan setiap 45 menit. Ia juga merekomendasikan latihan kardio selama 30-45 menit dan latihan kekuatan selama 10-30 menit.