NADIKABAR.COM — Sepak bola dan musik merupakan dua dunia yang memiliki daya tarik tersendiri, khususnya di lingkup pop culture. Keduanya membutuhkan kreativitas, kerja keras, serta kemampuan untuk mengekspresikan diri. Tidak heran jika sejumlah pesepak bola profesional ternyata memiliki kecintaan terhadap musik, bahkan beberapa di antaranya serius menekuni bidang tersebut.

Selama ini, para pemain dikenal karena kemampuan mengolah bola, mencetak gol, hingga mengantarkan klub meraih gelar juara. Namun, di luar lapangan, ada sisi lain yang mungkin belum banyak diketahui penggemar, yakni kemampuan mereka dalam bernyanyi, menulis lirik, bermain alat musik, hingga memproduksi lagu.

Menariknya, beberapa pesepak bola tidak sekadar menjadikan musik sebagai hobi untuk mengisi waktu luang. Mereka bahkan telah merilis single, album, dan EP dengan nama panggung masing-masing. Ada pula yang memiliki karier musik setelah memutuskan gantung sepatu.

Berikut 10 pesepak bola yang ternyata juga memiliki karier di dunia musik.

Nama Memphis Depay mungkin lebih dikenal sebagai salah satu penyerang andalan timnas Belanda. Namun, pemain yang pernah memperkuat Manchester United, Lyon, dan Barcelona tersebut juga memiliki keseriusan dalam dunia musik, khususnya hip-hop dan rap.

Depay mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap musik pada 2017 melalui freestyle berjudul LA Vibes. Sejak saat itu, ia semakin aktif merilis sejumlah karya, termasuk lagu "No Love" dan album "Heavy Stepper" yang diluncurkan pada 2020.

Pada 2025, Depay kembali menghadirkan proyek musik bertajuk "Falando com as Favelas". Ia juga pernah mengungkapkan bahwa aktivitas rekaman menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan perasaan dan melepaskan tekanan dari kehidupan sebagai pesepak bola profesional.

Rafael Leao merupakan salah satu pemain yang memiliki kemampuan mengolah bola dengan kecepatan dan teknik individu tinggi. Namun, ketika tidak sedang menjalani aktivitas sepak bola, pemain asal Portugal ini juga menghabiskan waktu di studio rekaman.

Leao menggunakan nama panggung WAY 45 dalam perjalanan musiknya. Nama tersebut memiliki makna tersendiri, yakni WAY yang menggambarkan perjalanan panjang menuju kesuksesan, sedangkan angka 45 merujuk pada kode pos kawasan Almada, Portugal, tempat ia tumbuh besar.

Ia telah merilis dua album, yakni "Beginning" pada 2021 dan "My Life in Each Verse" pada 2023. Musik yang dibawakannya didominasi genre rap dan hip-hop dengan lirik berbahasa Inggris serta Portugis.

Moise Kean menjadi contoh lain pesepak bola yang serius mengembangkan kemampuan bermusiknya. Penyerang asal Italia tersebut menggunakan nama panggung KMB ketika merilis karya-karya hip-hop.

Kean mulai memperkenalkan ketertarikannya terhadap musik melalui sejumlah proyek kecil sebelum meluncurkan album debut berjudul "Chosen" pada Desember 2024. Album tersebut berisi 11 lagu yang memadukan bahasa Italia dan Inggris.

Salah satu karyanya yang cukup dikenal adalah "BOMBAY", yang dirilis pada Maret 2025. Lagu tersebut bahkan masuk dalam soundtrack permainan EA Sports FC.

Bagi Kean, musik menjadi ruang untuk mengekspresikan pengalaman hidup, identitas, serta perjalanan kariernya sebagai pesepak bola. Ia membuktikan bahwa aktivitas di studio rekaman dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawabnya di lapangan.

Alex Iwobi dikenal sebagai gelandang kreatif yang pernah memperkuat Arsenal dan Everton sebelum melanjutkan karier bersama Fulham. Namun, pemain timnas Nigeria tersebut ternyata juga memiliki ketertarikan besar terhadap dunia musik.

Iwobi menggunakan nama panggung 17, yang terinspirasi dari nomor punggungnya. Ia mulai memperkenalkan karya musiknya melalui sejumlah single dan freestyle sebelum meluncurkan EP debut bertajuk "More To Life" pada 9 April 2026.

Proyek tersebut berisi sembilan lagu dengan pengaruh Afrobeats dan Afrowave. Iwobi juga menggandeng sejumlah musisi, termasuk Teni, Fido, serta rekan sesama pesepak bola Amadou Onana yang menggunakan nama panggung 24AM.

Kehadiran "More To Life" menjadi langkah penting bagi Iwobi untuk memperlihatkan sisi kreatifnya di luar sepak bola.

Pemain asal Belanda, Noa Lang, juga masuk dalam daftar pesepak bola yang menekuni musik secara serius. Ia menggunakan nama panggung Noano untuk memperkenalkan karya-karyanya di industri musik.

Lang telah merilis beberapa single, termasuk "7k op jea feas" dan "Damage" yang berkolaborasi dengan rapper Ronnie Flex. Kedua lagu tersebut mendapatkan respons positif dan meraih sertifikasi gold record di Belanda.

Ia juga terus mengembangkan proyek musiknya di tengah kesibukan sebagai pemain sepak bola profesional. Bagi Lang, musik menjadi ruang untuk menunjukkan sisi lain dari kehidupannya yang tidak selalu terlihat di lapangan.

Mantan kapten timnas Ghana, Asamoah Gyan, tidak hanya dikenal sebagai salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki negaranya. Ia juga pernah mencatatkan prestasi di industri musik.

Gyan menggunakan nama panggung Baby Jet ketika berkolaborasi dengan musisi Ghana bernama Castro. Keduanya bahkan merekam sejumlah karya dengan mengusung genre hiplife, perpaduan hip-hop dan musik populer khas Ghana.

Salah satu lagu mereka yang cukup terkenal adalah "African Girls", yang dirilis pada 2010. Karya tersebut berhasil memenangkan penghargaan Best Hiplife Single of the Year dalam ajang Ghana Music Awards.

Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa kemampuan Gyan tidak hanya terbatas pada urusan mencetak gol. Ia juga pernah mendapatkan pengakuan dari industri musik negaranya.

Mantan penyerang timnas Kolombia, Jackson Martinez, memiliki perjalanan berbeda dalam menekuni dunia musik. Setelah mengakhiri karier sepak bola profesionalnya pada 2021, ia semakin serius mengembangkan kemampuan sebagai rapper.

Martinez memilih genre hip-hop dan rap gospel dengan lirik yang banyak mengangkat tema keimanan, kehidupan, serta hubungan manusia dengan Tuhan.

Ia telah merilis sejumlah proyek musik, termasuk album "Las 2 Puertas" pada 2021 dan "Cuatro-Trece" pada 2024. Perjalanan Martinez memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi ruang baru untuk mengekspresikan pengalaman hidup setelah meninggalkan lapangan hijau.

Mantan penjaga gawang Barcelona, Jose Manuel Pinto, ternyata memiliki perjalanan musik yang cukup panjang. Ia menggunakan nama panggung Pinto Wahin untuk mengembangkan karier sebagai musisi sekaligus produser rekaman.

Selama memperkuat Barcelona pada 2008 hingga 2014, Pinto dikenal sebagai salah satu kiper pelapis yang ikut merasakan kesuksesan klub di berbagai kompetisi.

Di luar sepak bola, ia menekuni musik urban dan terlibat dalam sejumlah proyek produksi. Salah satu pencapaiannya adalah keterlibatan dalam produksi musik untuk pertunjukan Cirque du Soleil bertajuk Messi10, yang terinspirasi dari perjalanan Lionel Messi.

Pinto membuktikan bahwa ketertarikan terhadap musik bisa berkembang menjadi profesi yang serius, bahkan ketika seseorang memiliki karier utama di dunia olahraga.

Nama Djibril Cisse tentu tidak asing bagi penggemar sepak bola, khususnya pendukung Liverpool. Mantan penyerang asal Prancis tersebut pernah membantu The Reds memenangkan Liga Champions 2004/2005.

Setelah mengakhiri karier sepak bola profesionalnya pada 2015, Cisse semakin aktif menekuni dunia musik. Ia memilih menjadi disc jockey (DJ) dan tampil dalam berbagai acara hiburan.

Ketertarikan Cisse terhadap musik sebenarnya sudah muncul sejak masih aktif bermain sepak bola. Ia bahkan pernah mendapatkan kesempatan menjadi DJ dalam acara yang menghadirkan penyanyi internasional Mariah Carey pada 2017.

Baginya, musik merupakan salah satu bidang yang memberikan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas di luar sepak bola.

Alexi Lalas merupakan salah satu mantan pemain timnas Amerika Serikat yang memiliki perjalanan menarik di dunia musik. Namanya dikenal luas setelah tampil dalam Piala Dunia 1994, tetapi di luar lapangan, ia juga memiliki kecintaan besar terhadap musik rock.

Lalas belajar bermain gitar sejak remaja dan mulai membentuk band ketika menempuh pendidikan di Rutgers University. Salah satu grup yang pernah dibentuknya bernama The Gypsies.

Band tersebut bahkan mendapatkan kesempatan menjadi pembuka konser grup rock Hootie & The Blowfish dalam tur Eropa pada 1998. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pencapaian menarik dalam perjalanan musik Lalas.

Tidak hanya bersama band, Lalas juga merilis sejumlah album solo, termasuk "Far from Close", "Ginger", dan "Infinity Spaces". Ia pernah mengatakan bahwa musik bukan sekadar hobi, melainkan sesuatu yang ia tekuni dengan keseriusan yang sama seperti sepak bola.

Menariknya, Lalas menganggap dirinya sebagai seorang performer, baik ketika berada di lapangan maupun di atas panggung. Baginya, menulis lagu dan tampil di hadapan penonton memberikan kepuasan tersendiri.

Sepak bola dan musik, Dua dunia yang bisa berjalan beriringan

Kisah sepuluh pesepak bola tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan seorang atlet tidak selalu berpusat pada aktivitas di lapangan. Di balik latihan, pertandingan, dan tuntutan untuk meraih prestasi, mereka tetap memiliki ruang untuk mengeksplorasi minat serta bakat lainnya.

Memphis Depay, Rafael Leao, Moise Kean, dan Alex Iwobi menjadi contoh pemain aktif yang serius mengembangkan musik sebagai bentuk ekspresi diri. Sementara itu, Asamoah Gyan, Jackson Martinez, hingga Alexi Lalas memperlihatkan bagaimana kecintaan terhadap musik dapat berkembang menjadi aktivitas profesional di luar karier sepak bola.

Pada akhirnya, sepak bola dan musik memang memiliki panggung yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama memberikan ruang bagi seseorang untuk menunjukkan kreativitas, menyampaikan cerita, dan membangun identitas.

Bagi para pemain tersebut, lapangan hijau bukan satu-satunya tempat untuk menunjukkan kemampuan. Ada panggung musik dan studio rekaman yang menjadi tempat mereka mengejar mimpi lainnya.