NADIKABAR.COM — Lebih dari seratus warga kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Jalan Nakula Gang Jatayu, Denpasar Barat. Mereka mengungsi di Musala Al-Ikhlas, salah satu tempat yang masih berdiri di tengah kepungan kebakaran.
Pada Selasa (1/9/2026) sore, suasana di sekitar musala dipenuhi warga dan beragam bantuan datang dari sejumlah donatur. Makan malam disiapkan untuk para pengungsi. Sebagian lainnya sibuk memilah pakaian hasil donasi, bahkan mencoba baju yang baru diterima karena pakaian mereka ikut ludes terbakar. Lantunan Adzan Maghrib saat itu juga masih diperdengarkan berlatar api kebakaran yang masih berkobar. Tua dan muda bercampur di halaman musala yang kini menjadi tempat berlindung sementara.
Asmuni, seorang warga mengaku belum tidur mengaku belum tidur sejak kebakaran terjadi. Bahkan, ia belum sempat mandi hingga Selasa malam.
Dia bukan satu-satunya yang merasakan itu. Pasalnya para pengungsi masih merasakan guncangan yang besar pasca tempat tinggal mereka ludes dilalap api.
"Nggak bisa tidur. Belum mandi, belum tidur sampai sekarang," kata Asmuni sambil tertawa kecil.
Seratusan orang pengungsi itu berasal dari 23 kepala keluarga (KK) yang berasal dari berbagai daerah. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagian besar warga sehari-hari bekerja sebagai pengepul barang bekas. Namun, setelah tempat tinggal sekaligus tempat mereka beraktivitas dilalap api, mereka belum bisa kembali bekerja.
"Nggak ada sama sekali (tidak bisa kerja)" tambah Asmuni.
Asmuni yang sudah tinggal di kawasan tersebut selama sekitar 15 tahun itu kini mengharapkan bantuan di tengah keterbatasannya. Bantuan seperti sembako untuk mendukung aktivitas warga sekitar diakuinya sangat dibutuhkan untuk saat ini.
"Mungkin ada (perlu bantuan) sembako-sembako mungkin," ucapnya.
Sementara, kebakaran di lokasi masih belum padam setelah hampir 24 jam sejak Senin (31/8/2026). Terpantau pada pukul 21.30 Wita, api belum sepenuhnya padam pasca kembali menyala besar pada sore harinya. Walhasil, belasan pemadam kebakaran masih keluar-masuk untuk memadamkan api.