NADIKABAR.COM — Bank Indonesia mencatat ajang East Java Investment Forum (EJIF) 2026 menghasilkan kesepakatan investasi senilai Rp2,4 triliun melalui 12 komitmen bisnis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur.
"Momentum investasi Jawa Timur perlu terus didukung melalui sinergi dan kolaborasi karena investasi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim di Surabaya, Jatim, Minggu.
Ibrahim mengatakan kondisi investasi yang baik perlu didukung keberlanjutan fiskal, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.