Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota terus memperkuat dukungan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Menurut dia, sektor manufaktur dan pertanian menjadi modal dasar sekaligus daya tarik bagi investor untuk mengembangkan usaha di Jawa Timur.

Dalam penyelenggaraan pada 1-2 Oktober 2026 itu, EJIF menawarkan 28 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan total potensi investasi Rp73,7 triliun yang mencakup sektor manufaktur, pariwisata, infrastruktur, dan agroindustri.