Forum tersebut juga mempertemukan pelaku usaha, calon investor, pemilik proyek, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan, termasuk investor dari Inggris, Belanda, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura, dan Malaysia.
Selain proyek IPRO, EJIF 2026 turut menawarkan tujuh kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, 80 aset potensial milik pemerintah daerah, serta sejumlah proyek potensial dari sektor perbankan.
Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi diskusi panel bersama Danantara Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur untuk membahas prospek investasi dan dukungan pemerintah terhadap dunia usaha.