"Salah satu langkah yang telah kami lakukan adalah menjalin kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara terkait penyediaan dan distribusi gula untuk kebutuhan Koperasi Merah Putih. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pasokan pangan yang lebih terintegrasi, sehingga kebutuhan komoditas di tingkat koperasi dapat dipenuhi secara berkelanjutan," ungkap Ghimoyo.

Selain gula, ia menambahkan, ID FOOD juga tengah menjajaki peluang penyediaan dan distribusi sejumlah komoditas pangan pokok lainnya melalui jaringan KDKMP. Pengembangan tersebut akan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, karakteristik konsumsi, serta potensi komoditas di masing-masing daerah, sehingga pola pasokan yang dibangun dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setempat.

Dalam pelaksanaannya, peninjauan dilakukan dengan memeriksa langsung kondisi gudang, ketersediaan stok, kelengkapan barang pada rak penjualan, serta kesiapan sarana operasional koperasi. Pemeriksaan juga mencakup proses transaksi di kasir, termasuk penggunaan aplikasi koperasi dan sarana pembayaran digital.

Selain pemeriksaan fisik dan operasional, jajaran ID FOOD bersama Bapanas turut berdialog dengan pengelola koperasi dan masyarakat untuk mendengarkan penilaian langsung mengenai harga, ketersediaan barang, kemudahan bertransaksi, serta kualitas pelayanan yang diterima.

"Kami ingin memastikan bahwa penguatan distribusi pangan tidak hanya berhenti pada penyediaan barang, tetapi juga memperhatikan kesiapan pengelolaan, kemudahan transaksi, dan kebutuhan masyarakat. Masukan dari pengelola koperasi maupun masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan pola distribusi yang lebih efektif," jelasnya.