"Bali memiliki potensi yang besar karena pariwisata, hotel, restoran, dan usaha makanan dan minuman berkembang secara bersamaan. Kami ingin menjadikan Bali Interfood sebagai tempat bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, bertemu dengan calon mitra, dan mendapatkan informasi mengenai perkembangan terbaru di bidang makanan dan minuman," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
Bali Interfood 2026 diikuti oleh 110 peserta, termasuk 35 UMKM, dengan target sebanyak 15.000 pengunjung. Peserta yang hadir berasal dari delapan negara, yaitu China, Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Jepang, dan Prancis.
Kehadiran peserta internasional tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat berbagai produk serta perkembangan terbaru dari pasar global. Tidak hanya menghadirkan pameran produk dan teknologi, Bali Interfood 2026 juga menghadirkan berbagai program edukasi, kompetisi, dan networking bagi pelaku industri.
Salah satu program unggulan yang hadir adalah Gelato World Cup Indonesian Selection yang berlangsung selama tiga hari. Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi serta mengikuti berbagai workshop gelato, seperti Gelato Workshop Coconut Mango Dessert, Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato, Gelato Competition, hingga Gelato Workshop Blood Orange Sorbet.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai sesi inspiratif, mulai dari Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno, Dimsum Keju Lumer & Ghyong Chilli Oil bersama Chef Lucky R Katili, Bali Beans Manual Brew Class bersama Barista I Made Galih Kresnadana, hingga demo Mie Goreng Lada Hitam dan Kwetiau Goreng Olive Vegetable bersama Chef Ugay.
Di area Business Matching Room, Bali Interfood 2026 menghadirkan berbagai program networking yang mempertemukan pelaku industri Ho.Re.Ca.Ba (Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery) dengan supplier serta exhibitor.
Melalui program seperti Ngopi Darat with Purchasing & Supplier Ho.Re.Ca.Ba Bali, Coffee Morning with APKRINDO & APRINDO Bali, Afternoon Tea with IKABOGA & PHRI Bali, serta Meetup with Bali Restaurant Café Associations, pelaku usaha dapat memperluas peluang sourcing dan menjajaki kerja sama baru.