Ia bilang, berdasarkan dari keterangan sesama siswa, minuman racikan yang dipaksa masuk ke tubuh para korban mengandung cuka, bawang putih, serta kopi. Namun, keluarga menduga ada campuran bahan berbahaya lain yang memicu reaksi sakit perut parah hingga memerlukan penanganan medis mendalam.

Selain tindakan intimidasi fisik dan pemaksaan, para pelaku yang merupakan siswa kelas atas diduga melakukan pemerasan terhadap belasan siswi tersebut.

"Selain itu, anak-anak juga dimintai uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000," ujarnya.

Ia berharap, dari insiden ini agar adanya sanksi tegas maupun langkah konkret dari manajemen sekolah terhadap para terduga pelaku, meski para orang tua korban telah dikumpulkan dalam rapat pembahasan bersama pihak sekolah.

"Saat ini yang kita inginkan sebenarnya ada punishment dari sekolah. Kami kecewa karena sampai sekarang belum ada sanksi yang membuat orang tua merasa tenang. Kalau tidak diputus rantainya dari sekarang, kejadian seperti ini bisa terus turun-temurun," kata dia.