NADIKABAR.COM — Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur belakangan mulai meningkat. Data BPBD Jatim hingga 14 Agustus 2026 tercatat sudah sebanyak 1416,7 Hektar (Ha) hutan/lahan yang terbakar di Jawa Timur.
Jumlah itu masih terus bertambah mengingat total luasan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum terhitung secara lengkap, termasuk kebakaran yang sedang melanda Gunung Arjuno-Welirang di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan Pemprov Jatim berkomitmen penuh melalui BPBD untuk siap siaga melakukan pencegahan dan pemadaman apabila ada karhutla.
"Kita nggak boleh lengah, karena begini gimana caranya supaya tidak pernah ada titik api satu pun. Jadi jangan sampai api terpercik. Tetapi setelah berjibaku di lapangan, petugas itu memang sangat kompleks variabelnya untuk memastikan titik api selanjutnya tidak akan pernah ada. Maka kami selalu waspada dan standby 24 jam untuk memantau potensi karhutla di Jatim," kata Emil di Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Menurut Emil, peningkatan pengawasan perlu dilakukan di tempat-tempat wisata gunung, hutan, dan lainnya. Selain itu, perlunya sosialisasi yang masif bagi para wisatawan termasuk para pendaki gunung untuk tidak meninggalkan sampah di lokasi-lokasi yang rawan terjadinya kebakaran hutan.
"Misalnya kalau itu adalah kawasan wisata, bagaimana pengawasan terhadap pengunjung yang masuk. Nah, kalau warga setempat, bagaimana sistem penguatan dari warga setempat itu harus harus bersama-sama," jelasnya.
"Kita fokusnya tidak hanya pada pencegahan ya, saat ini Jawa Timur kan tentunya banyak tempat-tempat kawasan hutan mungkin tidak bisa dicegah, kita harus tetap siap untuk memadamkan. Jadi pencegahan itu sangat-sangat penting, tapi memadamkan tidak boleh dilupakan," tambahnya.
Emil memastikan personel BPBD Jatim siaga 24 jam untuk memonitor kondisi karhutla di Jatim. Selain personel, logistik juga telah disiapkan oleh Pemprov Jatim.
"Karena kesiapan pemadaman dari mulai kesiapan air, personel, armada, itu nggak boleh lengah kita di situ. Apalagi Jawa Timur provinsi yang padat penduduk, lengah sedikit itu sudah dekat sekali dengan daerah pemukiman yang terbakar," jelasnya.
"Kami semua siaga dan kami akan memberikan penanganan yang semaksimal mungkin untuk meminimalisir warga yang terdampak," tandasnya.