Menurutnya, informasi saat itu masih laporan awal karena ada beberapa pelaku merupakan orang yang kembali menyetubuhi korban di TKP kedua, ketiga dan keempat. Dia memastikan pelaku hingga saat ini berjumlah 15 orang.

"Jadi ternyata itu orang yang sama (ada pelaku yang menyetubuhi korban di beberapa TKP), sehingga waktu dihitung total pelaku ada kesalahan," kata Herman.

Di sisi lain, Polresta Mamuju turut menggandeng beberapa instansi di Pemkab Mamuju dalam menangani perkara tersebut. Instansi yang terlibat seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Mamuju dan Dinas Sosial (Dinsos) Mamuju.

Diketahui, kasus pemerkosaan ini pertama kali terjadi di rumah toko (ruko) milik nenek korban di Mamuju akhir tahun 2025. Sejak itu para pelaku lain ikut memerkosa korban berulang kali pada waktu berbeda.

"Ini anak (korban) tinggal di rumah neneknya sendiri, terus seolah-olah sebagian teman laki-lakinya dijadikan tempat nongkrong, di situ dijadikan tempat main PS (PlayStation)," kata Iptu Herman Basir kepada wartawan, Jumat (7/8).