NADIKABAR.COM — Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) khusus Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera meninjau pemanfaatan alat berat untuk perbaikan infrastruktur dan normalisasi sungai di sejumlah titik rawan. Hal tersebut menjadi sorotan dalam rapat yang diselenggarakan di Kutacane, Aceh Tenggara, beberapa waktu lalu.
Antisipasi perubahan cuaca selama dua bulan ke depan menjadi perhatian dalam upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh.
Pemerintah daerah dinilai perlu memastikan pekerjaan infrastruktur dan normalisasi sungai tetap berjalan di tengah potensi hujan dan banjir susulan, termasuk melalui perpanjangan masa sewa alat berat yang saat ini hanya berlaku 20 hari.
Ketua Tim Monev Aceh II Brigjen TNI (Mar) Guslin Kamase mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri telah menyalurkan bantuan sewa 18 unit alat berat dan delapan unit dump truck kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.
Setelah serah terima pada Senin (19/10), alat berat langsung dikerahkan untuk menangani kerusakan infrastruktur, terutama di wilayah yang terdampak banjir susulan dalam dua bulan terakhir.