"Untuk rute yang masih normal untuk operasi itu ada sekitar 38 penerbangan, kemudian sekitar 5.485 pax," jelas Annang.
Terganggunya penerbangan menuju Jakarta membuat sebagian penumpang mulai mencari jalur alternatif menuju Pulau Jawa. Sejumlah penumpang memilih terbang menuju kota lain seperti Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. Dari kota-kota tersebut, mereka kemudian dapat melanjutkan perjalanan menuju Jakarta menggunakan transportasi darat.
Annang mengatakan lonjakan penumpang mulai terlihat pada sejumlah penerbangan alternatif tersebut. Bahkan, ada penerbangan yang tingkat keterisiannya mencapai penuh.
"Yang bisa kami pantau adalah pasti terjadi lonjakan. Satu pesawat itu bisa dikatakan full. Itu memang karena penumpang pun sudah mulai mencari alternatif untuk mereka pergi ke Jakarta melalui alternatif bandara seperti Semarang, Jogja, Surabaya," katanya.
Namun, penambahan penerbangan atau extra flight sepenuhnya bergantung pada kebijakan maskapai. Faktor ketersediaan pesawat dan kru juga menjadi pertimbangan.
"Untuk mereka melakukan rotasi pesawat, ketersediaan kru kemudian ketersediaan pesawatnya ini kan juga kebijakan itu ada di maskapai," ujarnya.
Bagi penumpang yang penerbangannya terdampak, Annang mengatakan mekanisme refund maupun reschedule mengikuti ketentuan masing-masing maskapai. Pihak BIB telah berkoordinasi dengan maskapai untuk memberikan pelayanan kepada penumpang.
"Layanan dapat diperoleh melalui customer service maskapai di area keberangkatan maupun konter masing-masing maskapai.Untuk ketentuan yang berlaku di masing-masing maskapai, ketentuannya mengikuti dari maskapai masing-masing," katanya.