Penumpang juga dapat mengajukan perubahan jadwal atau rute apabila tersedia. Namun, keputusan tersebut tetap berada di tangan maskapai sesuai kebijakan dan ketersediaan kursi maupun pesawat.

"Apakah rescheduling tersebut disesuaikan tetap dengan jadwalnya ke Jakarta tapi dipindah di hari yang berikutnya, atau apabila masih available bisa dipindah ke rute yang berbeda," jelas Annang.

Untuk sementara, operasional penerbangan rute Jakarta masih ditutup hingga pukul 18.00 WIB pada Senin (7/9). Annang mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan kondisi abu vulkanik dan informasi terbaru dari regulator serta pihak terkait.

"Operasional masih sampai dengan jam 18.00 yang bisa kami sampaikan. Untuk selanjutnya kami belum bisa menyampaikan apakah sudah open atau masih close," ujarnya.

Menurut Annang, evaluasi kondisi akan dilakukan kembali menjelang batas waktu tersebut. Pemantauan dilakukan untuk melihat apakah masih terdapat konsentrasi abu vulkanik yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

"Kita masih menunggu. Biasanya satu jam atau dua jam sebelum jam 18.00 itu biasanya sudah dilakukan tes kembali untuk nanti di-update apakah masih ada positif vulkanik yang terdeteksi atau tidak," katanya.

"Kondisi penerbangan masih sangat dinamis. Jika penutupan diperpanjang atau penerbangan kembali dibuka, informasi akan segera diperbarui," ujarnya.