Amerika Serikat menata ulang doktrinnya setelah Vietnam, dari active defense hingga airland battle; yang menentukan bukan nama doktrinnya, melainkan mekanisme mempertanyakan jawaban sendiri.
Perang Rusia-Ukraina menunjukkan proses serupa dengan tempo yang lebih mudah disaksikan: menyimpulkan masa depan hanya "perang drone" berisiko mengambil pelajaran terlalu sempit, karena yang lebih menetap adalah kenyataan bahwa pihak lain juga belajar.
Indonesia tetap harus memperkirakan ancaman. Ketidakpastian bukan alasan meninggalkan perencanaan. Hanya saja, perencanaan selalu membawa asumsi, dan sistem yang kini memberi keunggulan dapat menghadapi countermeasure yang belum tersedia saat keputusan pengadaan dibuat. Ancaman tidak berkewajiban menunggu semuanya selesai.