NADIKABAR.COM — Dua anak di bawah umur di Jakarta Timur menjadi korban kekerasan seksual. Kedua korban saat ini masih mengalami trauma hingga histeris saat bertemu orang lain.

Orang tua dari dua korban ini menyambangi kantor Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, pada Jumat (2/10/2026), untuk meminta pendampingan. Keduanya meminta pendampingan hukum hingga psikologis untuk anaknya.

Dalam hal ini ada dua kasus berbeda yang menimpa dua orang anak. Kasus pertama dialami anak perempuan berusia 5 tahun di Cawang, Jakarta Timur, yang diduga menjadi korban pelecehan pemulung berusia 56 tahun yang kerap berkeliaran di sekitar rumahnya.

Ibu korban, A, mengatakan peristiwa pelecehan kepada anaknya terjadi tepatnya pada 15 Agustus 2026. A awalnya curiga setelah melihat perubahan perilaku anaknya yang kerap menangis dan tidak mau berbicara.

"Saat anak saya pulang nangis, terus saya tanya masih enggak mau jawab. Kok ini semalaman sampai pagi kok nih anak nangis terus gitu kan. Tidurnya serba salah, nah besokannya saya lihat di celananya ada bercak darah," kata A kepada wartawan di Kantor Kelurahan Cawang, Jaktim.

A membujuk anaknya untuk bercerita soal apa yang terjadi. Anaknya pun akhirnya mengaku telah dilecehkan oleh seseorang. Setelah itu, A membawa anaknya ke bidan untuk diperksa. Dari sana ditemukan luka pada bagian intim korban.

"Anak saya tahu-tahu katanya dilecehkan, saat divisum ke bidan, bidan bilang kalau anak saya ada luka robekan di kelaminnya cukup besar. Saya disuruh visum ke Polres Jakarta Timur. Dan hari itu juga saya melakukan visum dan setelah visum itu saya langsung membuat BAP," jelasnya.

A menceritakan imbas hal tersebut anaknya mengalami trauma. Korban sampai histeris dan menangis ketika bertemu orang baru serta enggan berinteraksi dengan orang lain.