Menurut Ferry, usia 20 tahun merupakan perjalanan panjang yang telah diwarnai berbagai dinamika, tantangan, dan pembelajaran. Namun, satu hal yang harus tetap dijaga adalah komitmen LPDB Koperasi untuk hadir memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha koperasi, mulai dari kota besar hingga desa dan kelurahan.
"Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh insan LPDB, Dewan Pengawas, Direksi, dan seluruh pegawai LPDB Koperasi atas dedikasi dan kerja keras selama dua dekade ini. Capaian yang telah diraih hari ini adalah hasil dari kehati-hatian dalam mengelola dana bergulir dan komitmen tata kelola yang baik," tuturnya.
Ferry menilai semangat 'Melangkah Lebih Jauh' sangat relevan dengan arah kebijakan Kementerian Koperasi ke depan.
Menurutnya, semangat tersebut harus diwujudkan melalui pembenahan proses bisnis, penguatan digitalisasi layanan, serta perluasan jangkauan pembiayaan kepada koperasi.
"Melangkah lebih jauh berarti LPDB Koperasi harus terus berbenah, memperkuat proses bisnis, digitalisasi layanan, dan memperluas jangkauan pembiayaan kepada koperasi," tegasnya.
Ferry juga menekankan pentingnya peran LPDB Koperasi dalam mendukung program strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tengah dikembangkan di berbagai daerah, terutama terkait lembaga keuangan mikro dan menjadikan KDKMP sebagai offtaker hasil produksi pertanian, kerajinan, maupun kuliner lokal.
Ia berharap LPDB Koperasi dapat mengambil peran lebih besar sebagai salah satu instrumen pembiayaan bergulir bagi koperasi desa dan kelurahan, sehingga KDKMP dapat tumbuh secara berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.
"Pembiayaan tersebut harus diarahkan dengan fokus pada sektor produksi, sehingga mampu menciptakan efek pengganda atau multiplier effect yang menggerakkan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian berkelanjutan," katanya.
Di sisi lain, Menteri Koperasi mengingatkan agar ekspansi pembiayaan LPDB Koperasi tetap diikuti dengan penguatan mitigasi risiko dan prinsip kehati-hatian.
Ferry menekankan bahwa setiap rupiah dana bergulir yang disalurkan harus benar-benar memberikan manfaat dan kembali menggerakkan roda ekonomi koperasi.
"Kita semua dituntut untuk semakin selektif, memperkuat sistem pengawasan, serta memastikan setiap rupiah dana bergulir yang disalurkan benar-benar memberi manfaat dan kembali menggerakkan roda ekonomi koperasi," ujarnya.
Hal tersebut sejalan dengan komitmen LPDB Koperasi yang menempatkan kualitas pembiayaan, tata kelola, pendampingan, dan manajemen risiko sebagai bagian penting dalam pengelolaan dana bergulir.