NADIKABAR.COM — Keraton Solo menggelar Garebek (Grebeg) Maulid, di mana kirab pertama digelar kubu Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi. Dua pasang gunung dan sejumlah pusaka dikirab dari Keraton menuju Masjid Agung Solo.

Kirab dimulai sekira pukul 09.45 WIB. Banyak masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya kirab, baik di Kamandungan maupun di Masjid Agung.

Sekira pukul 09.50 WIB, rombongan kirab tiba di Masjid Agung. Dua gunungan kemudian diletakan di halaman Masjid Agung. Saat gunungan diletakkan, masyarakat yang datang mencoba langsung merebut isi gunung.

Aksi itu sempat dicegah abdi dalem, dan meminta masyarakat untuk berebut saat prosesi doa selesai. Namun saat prosesi doa masih berjalan, antusiasme masyarakat yang tinggi membuat dua pasang gunungan itu kembali menjadi rebutan.

Isi dua pasang gunungan itu sudah ludes diperebutkan masyarakat meski prosesi doa belum selesai. Abdi dalem yang tidak mampu menahan antusiasme masyarakat, akhirnya ikut membagikan isi gunung.

Salah satu masyarakat, Susi, asal Banten, mengaku baru mengikuti Garebek Maulid Keraton Solo. Dia juga ikut mendapatkan isi gunungan.

"Gak tahu ini namanya apa, baru tanya-tanya juga ini apa, digunakan untuk apa. Saya sampai gemetar ini," kata Susi, kepada awak media di Masjid Agung, Rabu (26/8/2026).

"Saya baru melihat pertama ini. Kebetulan saya ke Solo ke tempat saudara, tadi pagi jalan-jalan ke Alun-alun dan diberi tahu ada acara ini," imbuhnya.

Masyarakat yang lain, Parti asal Karanganyar, berkata sudah menunggu Grebeg Maulud ini sejak pukul 06.30 WIB. Dia yang sudah berusia 61 tahun tidak mampu ikut berebut gunungan.

"Ini dapat kacang panjang, dikasih orang tadi. Saya ikut berebut sudah tidak bisa. Nanti (kacang panjang) mau disayur, biar berkah barokah," kata Parti.

Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Muhammad Muhtarom, menyayangkan perebutan gunungan yang terlalu terburu-buru. Dia berharap masyarakat bersabar hingga prosesi doa selesai.

"Itu karena tergesa-gesa saja. Orang sekarang kan diminta bersabar sulit, makanya keberkahannya kurang. Ketika kita tidak mau bersabar, keberkahan tidak akan diperoleh," ucap Muhtarom.

Dia menjelaskan, Keraton Solo pada acara Garebek Maulud ini mengadakan dua acara. Pihaknya siap menerima dan melayani.

"Garebek Maulud merupakan syukur Keraton Surakarta, masyarakat, dan abdi dalem memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semoga masyarakat Keraton, Abdi Dalem, dan semuanya bisa teladan kepada Nabi Agung Muhammad SAW," kata dia.

"Pelaksanaannya oleh Keraton, kita melayani. Nanti keraton ada (dua acara) semua kita layani," imbuhnya.

Dia berharap, Gerebek Maulid ini bisa membuat Keraton Solo kembali menjadi pusat peradaban dan tata nilai masyarakat Jawa.

"Semua dalam rangka bersyukur kepada Allah SWT, dengan harapan Keraton mendapatkan ketentraman, kembali kuncoro, masyarakat menjadi pusat peradaban kembali, menjadi pusat tata nilai kembali. Kita orang Jawa kembali ke keraton. Kalau keraton bisa Kuncoro lagi, menjadi pusat tata nilai lagi, sebuah kebanggaan bagi kita," pungkasnya.