NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sekitar 2 juta warga Indonesia memilih berobat ke luar negeri, termasuk Singapura dan Malaysia. Total uang yang dikeluarkan mencapai Rp 200 triliun.

Airlangga mengatakan, pemerintah berupaya menangkap peluang ekonomi tersebut melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan di Sanur, Bali, dan Batam.

"Potensi dari sektor kesehatan, jumlah warga yang berobat ke luar negeri termasuk Singapura, Penang dan yang lain itu sekitar 2 juta orang, dan biaya yang dibayarkan sekitar Rp 200 triliun," kata Airlangga dalam Rakernas KEK Triwulan III Tahun 2026 di Gedung A.A. Maramis, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Pemerintah membidik potensi penghematan devisa Rp 150 triliun melalui pengalihan pasien yang selama ini berobat ke luar. Angka tersebut dihitung dengan asumsi rata-rata pengeluaran Rp 75 juta per pasien.