NADIKABAR.COM — Dua prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang menganiaya warga Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), ternyata kakak beradik. Penganiayaan terhadap warga bernama Syarif itu dipicu sengketa lahan tim redaksi keluarga kedua prajurit dan keluarga korban yang telah bergulir sejak 2014.
Komandan Kodim (Dandim) 1630/Manggarai Barat Letkol Inf Budiman Manurung membenarkan pemukulan tersebut. Kedua tentara itu juga telah dimintai keterangan.
Kedua prajurit tersebut bernama Sertu Ari Yusril dan Pratu Ary Risda. Keduanya berasal dari kampung yang sama dengan Syarif.
Ari Yusril bertugas di Kupang, sementara Ary Risda merupakan Babinsa Desa Golo Lajang, Koramil Macang Pacar, Manggarai Barat.
"Adapun hubungan kedua orang prajurit tersebut adalah kakak adik kandung," kata Budiman saat konferensi pers di Markas Kodim 1630/Manggarai Barat, Labuan Bajo, Rabu (9/9/2026) malam.
Budiman mengatakan pemukulan terhadap Syarif terjadi pada 8 September 2026 sekitar pukul 11.45 Wita. Saat itu, kedua prajurit tersebut berada di lokasi lahan yang disengketakan dengan keluarga Syarif.
"Kejadian tersebut terjadi pada saat kedua anggota TNI ini berada di lokasi tanah yang ada sengketa," jelas Budiman.
Sengketa lahan tersebut telah bergulir sejak 2014. Lahan itu diketahui merupakan milik orang tua kedua prajurit berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo hingga putusan Mahkamah Agung. Kasasi keluarga Syarif juga ditolak.
Di lahan tersebut terdapat papan berisi putusan pengadilan dari semua tingkatan tersebut.
Kedua prajurit kemudian terlibat cekcok dengan Syarif hingga terjadi pemukulan. Cekcok itu dipicu aksi Syarif yang merekam video dari dekat ke arah kedua prajurit tersebut.
Syarif kemudian dipukul setelah kedua prajurit melihat tangannya berniat mengambil parang yang masih berada di dalam sarungnya.
Diberitakan sebelumnya, Syarif dianiaya dua prajurit TNI AD di depan istri dan anaknya serta disaksikan sejumlah warga. Video penganiayaan tersebut kemudian viral di media sosial (medsos).
Video yang diperoleh NadiKabar memperlihatkan dua anggota aparat berseragam TNI. Dalam video lainnya, istri Syarif terlihat berlari histeris saat suaminya dianiaya.
Istri dan anak Syarif juga terlihat menangis histeris sambil memegang korban yang sudah dalam posisi terduduk di tanah. Akibat penganiayaan tersebut, Syarif harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.