NADIKABAR.COM — Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum untuk memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar utama ekonomi rakyat. Hal ini sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa, termasuk Bung Hatta, serta amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan koperasi sebagai bagian penting dalam perekonomian nasional.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan koperasi harus menjadi bagian dari arus utama perekonomian nasional. Bersama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan korporasi swasta, koperasi diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Harapannya, koperasi, BUMN, dan korporasi sama-sama memberi andil terbaik untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 8 persen," kata Ferry dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Special Event "2 Tahun Prabowo-Gibran: Rapor untuk Rakyat" yang diselenggarakan Garuda TV di Auditorium Gedung Utama Kampus Universitas Tarumanagara (UNTAR), Selasa (27/10).
Ferry mengungkapkan Kementerian Koperasi juga bertanggung jawab membina lebih dari 130 ribu badan usaha koperasi di berbagai wilayah Indonesia. Koperasi tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari produksi, distribusi, industri, hingga keuangan.
Di sektor produksi, misalnya, terdapat koperasi peternakan sapi yang tersebar di berbagai daerah. Sementara di sektor distribusi, terdapat gudang-gudang milik Koperasi Unit Desa (KUD) yang sebelumnya dibangun untuk mendukung ketahanan pangan.