Pertama, menyalurkan barang-barang bersubsidi secara langsung dari produsen kepada masyarakat. Komoditas yang disalurkan antara lain pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, minyak goreng, dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kedua, koperasi berfungsi sebagai offtaker atau pihak yang menyerap hasil produksi masyarakat desa. Ketiga, Koperasi Merah Putih menyediakan layanan microfinance sebagai alternatif pembiayaan bagi masyarakat desa.

"Dengan tiga fungsi tersebut, koperasi diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi desa sekaligus membuka akses masyarakat terhadap pasar, distribusi, dan pembiayaan," ujar Ferry.

Di akhir pemaparannya, Ferry turut menyampaikan sejumlah capaian dalam penguatan ekosistem perkoperasian nasional. Salah satunya adalah kembali bersatunya Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) setelah lebih dari 15 tahun mengalami perpecahan. Dekopin merupakan wadah gerakan para pelaku koperasi di Indonesia.

Menurut Ferry, penguatan kelembagaan, sumber daya manusia, serta peran koperasi dalam berbagai sektor ekonomi menjadi bagian penting untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan utama ekonomi rakyat sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.