Mekanisme swakelola ternyata berdampak besar bagi perekonomian di sekitar sekolah. Roda perekonomian berputar cepat di antara pihak-pihak yang terlibat mulai dari warga sekitar sebagai tukang hingga toko bangunan selaku penyedia material.

Hasil kajian Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menunjukkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 berdampak positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, perputaran ekonomi lokal, dan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi.

Kebijakan revitalisasi tak hanya terkait sektor pendidikan, namun juga berkontribusi pada dinamika ekonomi lokal. Disebutkan, 'Revitalisasi sekolah bukan sekadar belanja sektor pendidikan, melainkan instrumen strategis pembangunan ekonomi daerah. Keberlanjutan program ini penting untuk memastikan peningkatan kualitas pendidikan yang merata serta mendukung pembangunan ekonomi nasional secara berkelanjutan'.

Sekolah Rasakan Manfaat Program Revitalisasi

Manfaat program renovasi ini dirasakan langsung oleh satuan pendidikan di daerah, salah satunya SMAN 7 Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), yang menerima alokasi bantuan sebesar Rp 1,05 miliar pada 2026 untuk perbaikan laboratorium dan ruang kelas.

Kepala SMAN 7 Pontianak Ibrahim mengungkapkan sekolah yang berdiri sejak 1973 tersebut memerlukan penanganan cepat pada fasilitas yang rusak demi keselamatan warga sekolah.

"Maka dari itu yang darurat kami utamakan dulu, demi kenyamanan dan keamanan belajar," ujar Ibrahim, dikutip dari laman Kemendikdasmen.

Perbaikan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah memenuhi kebutuhan fasilitas belajar yang lebih layak. Keterbatasan ruang kelas yang layak juga mempengaruhi pengaturan kegiatan belajar di sekolah tersebut.

Selama dua tahun terakhir, SMAN 7 Pontianak menerapkan pembelajaran dalam dua sesi, pagi dan sore, untuk mengakomodasi kebutuhan rombongan belajar (rombel).

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Sarana dan Prasarana SMAN 7 Pontianak, Reza Pratama, menambahkan bahwa pembenahan sarana fisik sangat menentukan kualitas serta daya jelajah proses pembelajaran siswa ke depan.

"Kami sangat butuh bantuan terkait pembangunan ini, karena ketika kita mempunyai prasarana dan sarana yang bagus,kita bisa melangkah lebih jauh juga," ungkap Reza.

Dampak positif perbaikan gedung sekolah turut dirasakan oleh para murid, seperti di SD Negeri 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, yang mendapat bantuan alokasi revitalisasi sebesar Rp 2,2 miliar untuk rehabilitasi dan ruang kelas baru.

Siswi kelas 6A SDN 39 Sungai Raya, Aqila Viandra, menyambut antusias rencana penggunaan fasilitas kelas baru di sekolahnya.

"Wah senang banget, karena ruangan baru juga, tambah senang," ujarnya.

Melalui program revitalisasi, Kemendikdasmen berupaya mendukung penyediaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi murid serta membantu sekolah memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.